applelovestory











{Februari 17, 2011}   ASAM MANIS VALENTINE IN THE WC

ASAM MANIS VALENTINE IN THE WC

Hari senin, matahari pagi menyinari indahnya kampung cihejo, sehingga membuat semua masyarakat kampung itu bersemangat untuk melakukan aktifitasnya masing-masing, dari mulai petani yang sedang menggarap sawahnya,para pegawai pabrik ataupun kantor kelurahan yang sibuk untuk bekerja, dan anak-anak hingga remaja hendak pergi bersekolah. Mereka mengawalinya dengan senyuman dan keramahan sebagai penghias indahnya hari itu.

Termasuk Mina dan kawan-kawannya yaitu Igo, Tuti, Cepi dan Via, setiap pagi mereka selalu pergi ke sekolah bersama-sama. Dengan jarak yang di tempuh cukup jauh kurang lebih 5 km, mereka berjalan kaki untuk sampai di sekolah.

Setibanya di SMPN SUKARASA 01, mereka langsung menuju kelasnya masing masing, pada saat di kelas, Mina duduk diatas bangkunya yang lusuh. Secara reflex tiba-tiba Mina berdiri dan memegang kepalanya. “ Aduh cep………sekarang tuh ada PR ya?, gimana dong aku belum, apa lagi pelajarannya jam pertama, mana gurunya galak lagi”. Ujar Mina cemas.

“Mina…..Mina kamu tuh kebiasaan enggak ngerjain PR ya…., tapi tenang min…aku….”. lalu Mina memotong pembicaraan Cepi.

“syukur banget Cepi…… untung kamu ngerjain PR aku, hari ini kamu jadi super hero aku, makasih ya frends..”. ucap Mina girang.

Cepi tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “ Mina maksud aku tuh…..” tiba-tiba guru bahasa Indonesiapun datang.

“Selamat pagi anak-anak, hari ini kita akan ulangan bab 2, tapi sebelum itu kalian harus mengumpulkan PR yang ibu berikan minggu lalu”. Ujar bu Diah,guru  yang di cap galak oleh anak-anak .

Siswa kelas IX D tercengang “ ulangan? Aduh bu,,kita kan belum ngapalin..?”. Ucap salah satu siswa.

“ Tidak ada protes, kalian diberi waktu 30 menit untuk segera menghafal. Dan sekarang cepat kumpulkan PR kalian”. Teriaknya tegas.

Siswa-siswa berbondong-bondong segera mengumpulkan PRnya  di depan meja guru, sedangkan Mina dan Cepi  tak sedikitpun beranjak dari bangkunya. “ Cepi mana PR aku?, Sini biar aku yang ngumpulin!”. Bisik Mina.

“ PR apaan?…” jawab Cepi singkat.

Saat itu ibu Diah menghampiri mereka berdua. ”Cepi…..Mina mana PR kalian?, ibu perhatikan, dari tadi kalian hanya duduk di bangku saja, cepat segera kumpulkan PRnya!”.

“ mmmm….mmm…..”. Mina kebingungan mencari alasan.

“ aduh bu maaf, kami berdua belum sempat mengerjakan PR”. Sambung Cepi.

Raut wajah bu Diah yang ayu, kini berubah menjadi geram dan menyeramkan, saat itu bu Diah marah dengan tingkah kami. “ Mina!!! kamu kebiasaan tidak mengerjakan PR, ibu bingung harus ngehukum kamu apa lagi.. dan kamu Cepi, kamu mau nurutin jejak Mina juga?”.

“ Ampun bu…” jawab Cepi dan Mina.

Saat itu teman-teman meledek Mina dan Cepi. “wuuuuuhhhhhh….” Sorak teman-teman kelas.

“Sudah-sudah, ibu harap kalian tidak ribut,“Cepi dan Mina kalian ibu hukum…hari ini juga kalian harus bersihkan WC”. Perintah Bu Diah.

Lalu Cepi dan Mina pergi meninggalkan kelasnya, mereka bergegas menuju WC sambil membawa peralatan untuk membersihkan WC. Tetapi sebelum itu, Cepi mengambil tasnya di dalam kelas.

“Ngapain bawa tas segala sih? Emang kita mau pulang apa?”. Tanya Mina heran.

“ Enggak.. pengen aja, soalnya ada harta karun.. hahahaha”. Canda Cepi.

Sesampainya di WC, mereka menghela nafas, lau Mina memarahi Cepi yang sedang sibuk merapihkan tasnya. ” Cepi gimana sih kamu…kamu bilang udah ngerjain PR aku, tapi ternyata kamu bohong”. Tanya Mina kesal.

“Loh..loh.. siapa bilang? Emang aku bilang udah ngerjain PR kamu?” sewot Cepi.

“ Kamu inget gak? Tadi pagi kamu bilang tenang aja… itu berarti kamu udah ngerjain PR aku”. Sambar Mina.

“ beuh…. Yang itu kan aku belum selesai ngomong, aku lagi ngomong kamu maen motong pembicaraan ku aja, maksud aku tuh… tenang Min, soalnya aku juga belum ngerjain PR, udah lah sekarang mah kita relain aja, toh udah terjadi, mendingan kita mulai bersihin WCnya”. Jelas Cepi santai.

“ Ah….. ini gara-gara kamu, aku jadi di hukum, coba kalo tadi kamu bilang kalo kamu juga belum, setidaknya aku bisa pinjem ke si Tuti atau Via”. bentak Mina kesal, sambil memalingkan muka.

“ Mina…. Kamu nyadar gak? Sikap kamu udah keterlaluan, sebenarnya siapa yang salah? Seenaknya aja ngebentak-bentak aku. Aku bener-bener kecewa punya temen kayak kamu. Kalo kamu gak mau ngebersihin WC ini, ya udah kamu duduk aja sana ke kantin, biar aku kerjain ini sendiri”. Bentak cepi balik.

“Eh…eh… kamu yang nyadar, beraninya bentak perempuan, trus emang aku cewek apaan harus enak-enakan di kantin sedangkan temennya kesusahan, enggak bisa gitu lakh, aku juga harus bersihin WC ini”. Ucap Mina.

“ Terserah lah” jawab Cepi sinis. Mereka berdua terlihat kesal, dan saling menyalahkan.

Lalu mereka mulai membersihkan WC, saat itu Cepi yang sedang menyikat lantai WC menyempatkan dirinya untuk sms teman-temnnya.

(woy bantuin aku nih… aku lagi di WC, pliz) sms itupun segera di kirim kepada Igo, Tuti dan Via.

Tak lama kemudian, Igo,Tuti dan Via menghampiri Cepi dan Mina. ”hey Cepi..hey Mina.., eehh kalian the lagi ngapain di WC, bade konser nya?”. Canda Via dengan logat sundanya.

“Euleuh eneng…. Bercanda wae keadaan lagi genting gini teh..Liat atuh mereka teh lagi pada di hukum”. Jawab Igo.

“ Hadwuhh Mina kamu kenapa lagi? Pasti gara-gara gak ngerjain PR ?” .Tanya Tuti.
“Hehehehe….iya Ti, Ti…Via….Igo… bantuin aku ya, pliz..”bujuk Mina manja.

“Oke lah kalo begitu” . Jawab mereka kompak.

Setelah semua berkumpul di WC, Cepi pun membagi-bagi tugas. “ Ya udah… kalian semua bersihin WC yang perempuan, biar aku sendiri yang bersihin WC yang laki-laki”.

“loh… Cep, aku bantuin kamu lah… aku teh kan laki-laki, masa harus ke WC perempuan sih?”. Protes Igo.

“No coment..”. Jawab Cepi singkat.

Merekapun langsung membersihkan WC tanpa komentar apapun, setelah WC perempuan beres, akhirnya waktu istirahatpun tiba. Lalu Tuti memanggil Cepi di luar pintu WC. “ Cep… yuk kita ke kantin, laper nih..!” .Teriaknya.

“Kalian duluan aja.. nanti aku nyusul” balas Cepi.

“Kamu belum selesai ya cep?” Tanya Igo.

“Tinggal sedikit lagi guys, kalian duluan aja “. Ujar Cepi.

“ Ok, kalo gitu mah kita tungguin di kantin nya cep?”. Seru Via.

Saat itu Mina terdiam membisu, berdiri di depan pintu. “Mina … hayu atuh kita duluan ke kantin”. Ajak Via.

“ Kalian duluan aja ya.. aku mau cuci muka dulu, entar aku nyusul”. Jawab Mina.

“ Oke..”. singkat Tuti.

Via, Igo Dan Tutipun menuju kantin, lalu saat itu Mina masuk kedalam WC laki-laki dan menghampiri Cepi.

” Cepi…mmmm… aku bantu ya?” . Tawar Mina.
“Oh gak usah Min, kamu istirahat aja sama anak-anak, biar ini aku bersihin sendiri”. Jawab Cepi dingin.

Mina membawa kain pel, lalu ia membantu Cepi membersihkan Wc itu. Pada saat itu Cepi terheran-heran dengan sikap Mina yang mendadak mau mengalah.

Suasana yang asalnya sunyi sepi, diam seribu bahasa,kini mulai mencair dengan candaan Mina yang bisa membuat Cepi tersenyum.

“mmm….. Cepi Hermawan Mangku Langit Keberatan, aku bener-bener minta maaf ya dengan ulahku ini, sumpah Cep aku nyesel banget”. Ucap Mina polos dan merasa bersalah.

“Mina Widya Astining Ningnangning tung.. dari tadi aku udah maafin kamu kok, kamu tenang aja”. Jawab Cepi gemas.

“Cepi …aku gak nyangka punya sahabat sesabar dan sebaik kamu, sumpah kamu laki-laki yang paling sabar ngadepin aku dan kamu bisa buat aku ngalah”. Sesal Mina.

Mina  tertunduk Malu dan menyesal, lalu ia bertanya, “ Aku heran… kenapa kamu sabar dan baik banget sama aku?”.

Cepi-pun mendekati Mina dan Menatapnya.” Jawaban aku Cuma satu, karena aku…..”. sambil mengeluarkan buku di tas yang ia bawa. “ Coba lihat isi buku itu Min!”. Lanjutnya.

“Ini kan buku PR aku, aku kira ketinggalan di rumah, tapi kenapa bisa ada di kamu?”. lalu ia membuka buku itu, di lihatnya PR yang sudah dikerjakan dengan rapi. ”Loh kok… ini PR nya udah di kerjain, Cep beneran aku Bingung, maksud  atas ini semua itu apa?”. Tanyanya bigung.

“coba lihat lembar tengah buku itu Min”. Ujar Cepi.

Mina kembali membuka lembaran satu persatu, saat di lembar tengah buku tersebut tertulis( AKU CINTA DAN SAYANG BANGET SAMA KAMU MINA), Mina terkejut dengan apa yang tertulis di kertas itu.”Cepi, kamu…kamu… Cinta aku?”.

“Ia Min, aku cinta sama kamu dan aku juga sayang banget sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu. Min mau gak jadi pacar aku?”. Cepi menembak Mina hari itu, dan Mina terkejut tak percaya dengan apa yang diungkapkan Cepi.

“Cepi kamu bercanda kali??”. Tanya Mina heran.

“Apa perlu aku teriak di sini, untuk ngeyakinin kamu?”. Jawab Cepi serius.

“Gak usah Cep,… basi kali pake acara teriak segala, aku percya kok”. Mina mengangguk dan menerima Cepi sebagai Pacarnya.

” Aku juga sayang kamu Cep”. Jawab Mina lembut.

Cepi tersenyum lebar, ia mengeluarkan sekotak coklat berbentuk love warna merah jambu, lalu ia berikan kepada Mina.

“biarkan coklat ini mengubah harimu yang asam menjadi sangat manis”. Ucap Cepi.

Lalu Mina menerima Coklat itu.” Makasih ya, bukan coklat ini yang membuat hari ku manis, tapi yang membuat hariku manis, bila didekat aku……. ada kamu”. Balas Mina.

Setelah itu, bel masuk berbunyi, mereka-pun segera membereskan peralatan pembersih kedalam gudang, lalu bergegas menuju ke kelas. Rasa lelah yang sempat melanda, kini hilang tak terasa, kami memulai pelajaran selanjutnya dengan penuh rasa senang dan gembira.

3 jam berlalu, akhirnya jam pelajaranpun usai, Mina dan Cepi segera menuju sawah pinggir sekolah, setelah sampai, beberapa menit kemudian kawan-kawan lain menyusul. Mereka berkumpul disaung milik Abah Mumun yang tempatnya di kelilingi pohon yang rindang, hembusan anginnya terasa hingga tulang rusuk ,sehingga cuaca yang begitu panas tidak berpengaruh. Tempat itu sangat nyaman dan sejuk untuk menjadi tempat bermain, tempatnya yang indah membuat mereka betah berlama-lama tinggal di saung itu.

“Ehem-ehem… aduh.. meni enak Mina mah, di kasih coklat, coklat dari siapa atuh Min itu teh?” Tanya Via polos.

“Oh ini …. Pasti kalian tau”. Mina tersenyum sambil menatap Cepi.

Cepi membalas senyuman dan tatapan Mina, lalu Igo pun akhirnya curiga.

“ wah kalian teh jadian ya?, ayo ngaku?” .Tanya igo.

“Iya go…” jawab Cepi penuh bangga.

Tuti, Via dan Igo sangat terkejut mendengar kabar gembira itu. “ sumpah loe?”. Ujar Tuti.
“ Sumpah”. Jawab Mina malu.

“Cieee… selamat ya!!” ucap Via dan Tuti kompak.

Tuti mengedip-ngedipkan matanya kepada Mina, matanya tertuju pada sekotak coklat berwarna pink itu.

“Kayaknya teh si pink, enak tuh…”. Rayu Tuti genit.

“Oh iya kita makan bareng-bareng yuk coklatnya”. Ajak Mina.

“ Hayuuuuu…..”. Jawab Cepi,Igo, Tuti dan Via serempak.

Sambil memakan coklat itu, Via berdiri sambil mengepukkan tangan kejidatnya dan berkata, ” Amppuunn, aku teh lupa, kalo hari ini teh ada janji sama akang Ridwan di kali”. Ucapnya cemas. Dengan mulut yang belepotan oleh coklat, Via berlari cepat menuju kali yang terletak tidak jauh dengan saung itu.

Mina, Cepi,Igo dan Tutipun tertawa lepas,melihat ulah Via yang sangat lucu.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: